Novita Yuniasari, Jurusan
Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian
Ringkasan
Di Indonesia
padi merupakan tanaman pangan terpenting karena lebih dari setengah penduduk
Indonesia menggantungkan hidupnya pada beras yang dihasilkan tanaman padi.
Bahan pangan pokok ini memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi, oleh
karena itu setiap faktor yang mempengaruhi tingkat produksinya sangat penting
diperhatikan. Salah satu faktor yang menyebabkan
menurunnya produksi padi adalah hama dan penyakit tumbuhan. Keong
mas menyerang tanaman padi sejak di persemaian maupun tanaman berumur dibawah 4
MST. Peningkatan populasi hama keong mas sangat cepat. Jumlah telur yang
menetas mencapai 80%. Penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa ekstrak
batang pisang mengandung beberapa jenis senyawa fitokimia yaitu saponin, tanin
dan flavonoid. Senyawa yang digunakan untuk menanggulangi hama keong mas (molluscasida)
yaitu saponin. Kelebihan molluscasida yang berasal dari tumbuh‐tumbuhan ini yaitu lebih ramah lingkungan sehingga tidak merusak ekosistem
sawah.
Kata Kunci : Keong mas, Batang pisang ambon,
Saponin.
BAB
I PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Di Indonesia padi merupakan tanaman
pangan terpenting karena lebih dari setengah penduduk Indonesia menggantungkan
hidupnya pada beras yang dihasilkan tanaman padi. Bahan pangan pokok ini
memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi.
Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya produksi padi adalah hama dan
penyakit tumbuhan (Harahap dan Tjahjono, 2003). Hama yang penyebarannya cukup
luas dan banyak merusak pertanaman padi adalah keong mas (Pomacea canaliculata
Lamarck).
Serangan dapat terjadi
pada saat persemaian sampai tanaman berumur 28
hst.
Keong mas (Pomacea canaliculata
Lamarck) memakan tanaman padi muda serta dapat menghancurkan tanaman pada
saat pertumbuhan awal. Keong mas suka bertelur di sawah yang masih tergenang
air. Selama ini upaya yang dilakukan dalam menangani masalah keong mas antara lain, membuat
penyaring dari kawat atau dari anyaman bambu yang diletakkan pada pintu keluar
masuk saluran air, atau dengan pestisida berbahan aktif niclos amida.Oleh karena itu peneliti ingin
membuat suatu molluscasida berbahan getah pisang. Dimana getah batang pisang ambon mengandung saponin,
antrakuinon dan kuinon yang berfungsi sebagai antibakteri dan penghilang rasa
sakit. Penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa ekstrak batang pisang
mengandung beberapa jenis senyawa fitokimia yaitu saponin, tanin dan flavonoid
(Wijaya, 2010).
1.2 Tujuan
1. Untuk
mengetahui mekanisme molluscasida nabati berbahan
dasar batang pisang ambon dalam menekan serangan keong mas pada tanaman padi
2. Untuk
mengetahui efektifitas batang pisang ambon sebagai molluscasida nabati dalam
menekan serangan keong mas pada tanaman
padi
1.3 Manfaat
1. Bagi
mahasiswa dapat mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
2. Bagi
petani ialah memperoleh teknologi baru dalam pengendalian keong mas pada
tanaman padi
3. Bagi
pemerintah dapat mewujudakan program swasembada pangan
BAB
II GAGASAN
2.1 Kondisi
Kekinian
Padi (Oryza sativa) merupakan komoditi utama
bagi masyarakat Indonesia. Di Indonesia padi merupakan tanaman pangan
terpenting karena, lebih dari setengah penduduk menggantungkan hidupnya pada
beras yang dihasilkan tanaman padi. Namun saat ini pertanian di Indonesia mulai
mengalami peurunan produktifitas akibat serangan hama dan penyakit. Hama yang
kini sering menyerang sejumlah tanaman padi petani yaitu keong mas (Pomacea canaliculata lamarck). Hama
keong mas ini menyerang bagian batang padi yang masih muda sehingga padi rusak
dan mati. Budiyono (2006) menyatakan, Keong mas umumnya menyukai tanaman yang
masih muda dan lunak. Salah satu faktor penyebab meluasnya hama keong mas
karena sistem pengairan sawah yang kurang bagus. Keong mas menyerang
tanaman padi yang masih berumur 15-20 hari. Pertumbuhan hama keong mas sangat
berbahaya karena perkembangannya sangat cepat. Satu ekor keong bisa berkembang
jadi ratusan dalam seminggu. Petani dalam membasmi hama yang menyerang tanaman
padinya biasanya dengan menggunakan pestisida secara berlebihan. Padahal
penggunaan pestisida yang mengandung bahan kimia bila berlebihan bisa merusak
ekosistem persawahan. Sebab juga akan mematikan serangga yang tidak masuk
kategori hama yang harus di basmi.
2.2 Solusi
yang Pernah Diterapkan Sebelumnya
Pada penelitian yang dilakukan
sebelumnya, menunjukkan bahwa tanaman Tali
Putri (Cassytha Foliformis) merupakan tanaman yang dapat digunakan
sebagai molluscasida hama Keong Mas (Pomacea canaliculata
Lamarck). Tanaman ini
lebih banyak tumbuh di daerah pantai sebagai parasit, dapat tumbuh menjalar
sehingga tumbuhan inang tertutup dan mati. Tanaman tali putri mengandung
senyawa actinoda‐phnine,
cassamedine, cathaformine, cathafilline, cassyformine, cassyfiline, cassythine, cassythidine, filliformine, isoboldine,
laurotetanine, lysacamine, acoteine dan predicetrine. Anggota familia ini
bersifat manis, agak pahit, sejuk, dan beracun. Menurut Harborne (1987) senyawa
saponin adalah senyawa organik yang berasal dari tumbuh‐tumbuhan. Senyawa
ini mempunyai daya racun yang dapat mematikan beberapa jenis ikan dan hewan
berdarah dingin (poikiloterm) karena menghemolisis sel darah merah.
Senyawa pokok yang berperan dalam proses sistem tubuh hama yaitu senyawa
saponin dan turunannya. Senyawa ini bila telah masuk dalam system tubuh keong
dapat menghemolisis sel darah merah sehingga dalam beberapa waktu kurang dari
24 jam, keong mas tersebut mati. Proses pembuatan molluscasida dari
tanaman tali putri ini yaitu dengan mengambil ekstrak tanaman yang bisa berasal
dari batang maupun bijinya.
2.3 Gagasan
yang Diajukan
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar
memanjang dari suku Musaceae. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun
menjari, yang disebut sisir. Pisang secara tradisional
tidak dibudidayakan secara intensif, hanya sedikit yang dibudidayakan secara
insentif dan besar-besaran dalam perkebunan monokultur. Potensi dari tanaman pisang
ini terdapat hampir diseluruh bagian tanaman. Salah satu bagian tanaman pisang yang dapat
dimanfaatkan adalah batang pisang. Seperti pada batang pisang ambon yang
ternyata memiliki banyak manfaat, diantaranya yaitu sebagai molluscasida bagi
hama keong mas pada tanaman padi. Hama keong mas yang kini mewabah dikalangan petani
telah menjadi masalah
besar yang tidak bisa dianggap sebagai hal biasa. Hama tersebut khususnya
menyerang tanaman padi yang masih muda. Keong biasanya meletakkan telur pada
batang padi. Keong mas hidupnya sangat tergantung
pada air dan umumnya berkembang pesat pada areal yang tergenang. Apabila lahan
berada dalam kondisi tergenang, keong mas akan berkembang cepat dan bila lahan
dalam keadaan kering, hama ini masih dapat hidup dengan beristirahat di dalam
tanah. Keong mas mampu bertahan hidup dalam tanah sampai 6 bulan lamanya, dan
jika mendapat pengairan ia akan berkembang biak kembali Karena serangan tersebut mengakibatkan pertumbuhan padi
menjadi menurun atau bahkan menyebabkan tanaman menjadi menguning bahkan mati
sehingga harus dilakukan penyulaman. Apabila penyerangan tersebut terjadi pada
luasan lahan yang cukup luas akan menyebabkan kerugian yang besar pula. Namun
seringkali para petani mengambil cara cepat untuk mengendalikan hama tersebut
yaitu dengan menggunakan pestisida kimia.
Penggunaan pestisida kimia yang
tidak sesuai aturan dapat menyebabkan binatang bukan hama juga ikut mati serta
adanya residu yang ditinggalkan bagi lingkungan. Penelitian yang telah
dilakukan menyatakan bahwa ekstrak batang pisang mengandung beberapa jenis
senyawa fitokimia yaitu saponin, tanin dan flavonoid (Wijaya, 2010). Senyawa
yang digunakan untuk menanggulangi hama keong mas yaitu saponin.Saponin
mempunyai efek biologi terhadap hewan dan manusia . Efek toksisitas saponin
lebih tinggi pada hewan berdarah dingin dari pada hewan berdarah panas .(BIRK
dan PERT,1980). Menurut Harborne
(1987) ekstrak
batang pisang Ambon mempunyai kandungan senyawa aktif antara lain : 1) Flavonoid dengan kadar 8,18 %
yang mempunyai fungsi sebagai anti inflamasi melalui efek penghambatan pada
jalur metabolisme asam arakhidona, pembentukan prostaglandin, pelepasan
histamin pada radang ; 2) Saponin dapat mempercepat pembentukan jaringan ikat
kolagen dengan cara merangsang TGF-ß untuk mensekresi kolagen yang baik untuk
rekontruksi jaringan; 3) Tannin dengan kadar
4,88 % yang dapat berikatan dengan protein dan membentuk kompleks tannin-protein
insoluble atau soluble mempunyai kemampuan berinteraksi dengan isi dan membran
(protein, fosfolipid, dan kolesterol) dari sel eritrosit sehingga dapat menghemolisis sel
eritrosit.
Pemanfaatan zat organik tumbuh‐tumbuhan telah
banyak dimanfaatkan sebagai molluscasida.Tanaman
yang banyak digunakan adalah tanaman yang mengandung saponin. Kelebihan molluscasida yang berasal dari
tumbuh‐tumbuhan ini yaitu lebih
ramah lingkungan sehingga tidak merusak ekosistem sawah yang merupakan
lahan pertanian yang utama, bahkan pada sebagian zat yang tidak termanfaatkan
untuk membunuh hama dapat berpotensi menjadi pupuk organik. Namun kekurangan
dari molluscasida nabati ini efektifitasnya kurang maksimal karena daya
bunuhnya kurang cepat bila dibandingkan dengan molluscasida kimia yang berasal dari pabrik.
Ekstrak tanaman batang pisang ambon yang mengandung
senyawa saponin dapat digunakan sebagai molluscasida alami pada hama keong mas
yang merupakan hama tanaman padi muda. Pada beberapa 8 hasil penelitian
mengenai hal ini yang telah dipublikasikan dapat diketahui bahwa pada
konsentrasi 0,7 ppm keong dapat mati pada waktu kurang dari 1 jam. Perbandingan
antara molluscasida alami dengan molluscasida buatan dalam efektifitasnya
sebagai berikut:
No.
|
Hal
yang
Dibandingkan
|
Molluscasida buatan
|
Molluscasida ekstrak batang pisang
ambon
|
1
|
Bahan
|
Bahan kimia yang nonbiogradable
|
Senyawa saponin dari ekstrak batang pisang ambon
|
2
|
Ketersediaan
bahan baku
|
Bahan‐
bahan kimia
jarang
ditemukan di lingkungan masyarakat.
|
Tanaman
tali mudah
ditemukan di daerah tropis.
|
3
|
Proses
pembuatan
|
Membutuhkan
alat
khusus
dan dalam skala besar
|
alat
sederhana dan biaya
yang tidak mahal
|
4
|
Bahan
baku
|
Bahan
kimia yang proses
Sintesisnya membutuhkan alat
khusus
dan bahan kimia
khusus
|
Tanaman
batang pisang ambon merupakan tanaman parasit yang banyak ditemukan
di lingkungan,
proses
pembuatannya sederhana.
|
5
|
Biaya
produksi
|
Mahal
|
Lebih murah dan alami
|
6
|
Daya
tahan ( waktu )
|
Lama,
karena dalam
pembuatannya
telah
banyak
diperhitungkan
secara
akurat. Bersifat
non‐biogradable
sehingga
merusak
lingkungan
|
Pendek,
karena merupakan
bahan
alam yang mudah
diuraikan oleh alam
|
Tabel 1.
Perbandingan antara molluscasida alami dengan molluscasida buatan dalam
efektifitasnya (Siregar,1981).
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Keong mas adalah hama yang
penyebarannya cukup luas dan banyak merusak tanaman padi. Hama tersebut sangat
berbahaya karena serangan teradi pada saat tanaman padi masih muda sehingga
pertumbuhan petani jadi terhambat bahkan menyebabkan tanaman padi mati. Hal tersebut sangat merugikan petani. Namun
seringkali para petani mengambil cara cepat untuk mengendalikan hama tersebut
yaitu dengan menggunakan pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia yang tidak
sesuai aturan dapat menyebabkan binatang bukan hama juga ikut mati serta adanya
residu yang ditinggalkan bagi lingkungan. Maka dari itu penulis mempunyai
gagasan berupa pembuatan molluscasida. Pada
penelitian yang telah dilakukan
sebelumnya, menunjukkan bahwa tanaman Tali
Putri (Cassytha Foliformis) merupakan tanaman yang dapat digunakan
sebagai molluscasida hama Keong Mas (Pomacea canaliculata
Lamarck). Senyawa ini
mempunyai daya racun yang dapat mematikan beberapa jenis ikan dan hewan
berdarah dingin (poikiloterm) karena menghemolisis sel darah merah.
Senyawa pokok yang berperan dalam proses sistem tubuh hama yaitu senyawa
saponin dan turunannya. Senyawa ini bila telah masuk dalam system tubuh keong
dapat menghemolisis sel darah merah sehingga dalam beberapa waktu kurang dari
24 jam, keong mas tersebut mati.
Penulis menemukan tanaman lain
yang memiliki kandungan senyawa saponin seperti tanaman tali putri yaitu batang pisang ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum L.). Batang pisang ambon mengandung
beberapa jenis senyawa fitokimia yaitu saponin, tanin dan flavonoid. Ekstrak
tanaman batang pisang ambon yang mengandung senyawa saponin dapat digunakan
sebagai molluscasida alami pada hama keong mas yang merupakan hama tanaman padi
muda. Pada beberapa 8 hasil penelitian mengenai hal ini yang telah
dipublikasikan dapat diketahui bahwa pada konsentrasi 0,7 ppm keong dapat mati
pada waktu kurang dari 1 jam.
DAFTAR PUSTAKA
BIRK. Y. and PERT . I . 1980. SAPONIN didalam IE Linier
Toxic Constituents of plant foodstuffs. Academic Press : 161 - 182
Budiyono S. 2006. Teknik
mengendalikan keong mas pada tanaman padi. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian 2(2):
128-133.
Harahap, I.S. dan B. Tjahjono.
2003. Pengendalian Hama dan Penyakit Padi. Penebar Swadaya. Bogor
Harborne. 1987. Metode Fitokimia : Penuntun cara
modern menganalisis tumbuhan. Edisi II. Terjemahan Kosasih
Padmawinata dan Iwang Soediro. Penerbit ITB, Bandung.
Siregar,
H. 1981. Budidaya Tanaman Padi di Indonesia. Sastra Hudaya, Jakarta.
Sugeng,
H.,2001. Bercocok Tanam Padi. Aneka Ilmu. Semarang.
Suharto.2007. Pengenalan dan
Pengendalian hama Tanaman Pangan. Yogyakarta : ANDI Yogyakarta.
Wijaya, Arief Riza. 2010. Getah
Pisang sebagai Obat Alternatif Tradisional Penyembuh Luka Luar Menjadi Peluang
sebagai Produk Industri. Jurnal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar