Selasa, 23 Juni 2015

PKM GT - MUSA-MOLL : PEMANFAATAN BATANG PISANG AMBON (Musa paradisiaca var. sapientum L.) sebagai MOLLUSCASIDA KEONG MAS (Pomacea canaliculata lamarck) pada TANAMAN PADI (Oryza sativa)




Novita Yuniasari, Jurusan Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian
Ringkasan
Di Indonesia padi merupakan tanaman pangan terpenting karena lebih dari setengah penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya pada beras yang dihasilkan tanaman padi. Bahan pangan pokok ini memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi, oleh karena itu setiap faktor yang mempengaruhi tingkat produksinya sangat penting diperhatikan. Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya produksi padi adalah hama dan penyakit tumbuhan. Keong mas menyerang tanaman padi sejak di persemaian maupun tanaman berumur dibawah 4 MST. Peningkatan populasi hama keong mas sangat cepat. Jumlah telur yang menetas mencapai 80%. Penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa ekstrak batang pisang mengandung beberapa jenis senyawa fitokimia yaitu saponin, tanin dan flavonoid. Senyawa yang digunakan untuk menanggulangi hama keong mas (molluscasida) yaitu saponin. Kelebihan molluscasida yang berasal dari tumbuhtumbuhan ini yaitu lebih ramah lingkungan sehingga tidak merusak ekosistem sawah.
Kata Kunci    : Keong mas, Batang pisang ambon, Saponin.

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di Indonesia padi merupakan tanaman pangan terpenting karena lebih dari setengah penduduk Indonesia menggantungkan hidupnya pada beras yang dihasilkan tanaman padi. Bahan pangan pokok ini memegang peranan penting dalam kehidupan ekonomi. Salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya produksi padi adalah hama dan penyakit tumbuhan (Harahap dan Tjahjono, 2003). Hama yang penyebarannya cukup luas dan banyak merusak pertanaman padi adalah keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck). Serangan dapat terjadi pada saat persemaian sampai tanaman berumur 28 hst.
Keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck) memakan tanaman padi muda serta dapat menghancurkan tanaman pada saat pertumbuhan awal. Keong mas suka bertelur di sawah yang masih tergenang air. Selama ini upaya yang dilakukan dalam menangani masalah keong mas antara lain, membuat penyaring dari kawat atau dari anyaman bambu yang diletakkan pada pintu keluar masuk saluran air, atau dengan pestisida berbahan aktif niclos amida.Oleh karena itu peneliti ingin membuat suatu molluscasida berbahan getah pisang. Dimana getah batang pisang ambon mengandung saponin, antrakuinon dan kuinon yang berfungsi sebagai antibakteri dan penghilang rasa sakit. Penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa ekstrak batang pisang mengandung beberapa jenis senyawa fitokimia yaitu saponin, tanin dan flavonoid (Wijaya, 2010).

1.2 Tujuan
1.      Untuk mengetahui mekanisme molluscasida nabati berbahan dasar batang pisang ambon dalam menekan serangan keong mas pada tanaman padi
2.      Untuk mengetahui efektifitas batang pisang ambon sebagai molluscasida nabati dalam menekan serangan keong mas pada tanaman padi

1.3 Manfaat
1.      Bagi mahasiswa dapat mengamalkan Tri Dharma Perguruan Tinggi
2.      Bagi petani ialah memperoleh teknologi baru dalam pengendalian keong mas pada tanaman padi
3.      Bagi pemerintah dapat mewujudakan program swasembada pangan

BAB II GAGASAN
2.1 Kondisi Kekinian
Padi (Oryza sativa) merupakan komoditi utama bagi masyarakat Indonesia. Di Indonesia padi merupakan tanaman pangan terpenting karena, lebih dari setengah penduduk menggantungkan hidupnya pada beras yang dihasilkan tanaman padi. Namun saat ini pertanian di Indonesia mulai mengalami peurunan produktifitas akibat serangan hama dan penyakit. Hama yang kini sering menyerang sejumlah tanaman padi petani yaitu keong mas (Pomacea canaliculata lamarck). Hama keong mas ini menyerang bagian batang padi yang masih muda sehingga padi rusak dan mati. Budiyono (2006) menyatakan, Keong mas umumnya menyukai tanaman yang masih muda dan lunak. Salah satu faktor penyebab meluasnya hama keong mas karena sistem pengairan sawah yang kurang bagus. Keong mas menyerang tanaman padi yang masih berumur 15-20 hari. Pertumbuhan hama keong mas sangat berbahaya karena perkembangannya sangat cepat. Satu ekor keong bisa berkembang jadi ratusan dalam seminggu. Petani dalam membasmi hama yang menyerang tanaman padinya biasanya dengan menggunakan pestisida secara berlebihan. Padahal penggunaan pestisida yang mengandung bahan kimia bila berlebihan bisa merusak ekosistem persawahan. Sebab juga akan mematikan serangga yang tidak masuk kategori hama yang harus di basmi.

2.2 Solusi yang Pernah Diterapkan Sebelumnya
Pada penelitian yang dilakukan sebelumnya, menunjukkan bahwa tanaman Tali Putri (Cassytha Foliformis) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai molluscasida hama Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck). Tanaman ini lebih banyak tumbuh di daerah pantai sebagai parasit, dapat tumbuh menjalar sehingga tumbuhan inang tertutup dan mati. Tanaman tali putri mengandung senyawa actinodaphnine, cassamedine, cathaformine, cathafilline, cassyformine, cassyfiline, cassythine, cassythidine, filliformine, isoboldine, laurotetanine, lysacamine, acoteine dan predicetrine. Anggota familia ini bersifat manis, agak pahit, sejuk, dan beracun. Menurut Harborne (1987) senyawa saponin adalah senyawa organik yang berasal dari tumbuhtumbuhan. Senyawa ini mempunyai daya racun yang dapat mematikan beberapa jenis ikan dan hewan berdarah dingin (poikiloterm) karena menghemolisis sel darah merah. Senyawa pokok yang berperan dalam proses sistem tubuh hama yaitu senyawa saponin dan turunannya. Senyawa ini bila telah masuk dalam system tubuh keong dapat menghemolisis sel darah merah sehingga dalam beberapa waktu kurang dari 24 jam, keong mas tersebut mati. Proses pembuatan molluscasida dari tanaman tali putri ini yaitu dengan mengambil ekstrak tanaman yang bisa berasal dari batang maupun bijinya.

2.3 Gagasan yang Diajukan
Pisang adalah nama umum yang diberikan pada tumbuhan terna raksasa berdaun besar memanjang dari suku Musaceae. Buah ini tersusun dalam tandan dengan kelompok-kelompok tersusun menjari, yang disebut sisir. Pisang secara tradisional tidak dibudidayakan secara intensif, hanya sedikit yang dibudidayakan secara insentif dan besar-besaran dalam perkebunan monokultur. Potensi dari tanaman pisang ini terdapat hampir diseluruh bagian tanaman. Salah satu bagian tanaman pisang yang dapat dimanfaatkan adalah batang pisang. Seperti pada batang pisang ambon yang ternyata memiliki banyak manfaat, diantaranya yaitu sebagai molluscasida bagi hama keong mas pada tanaman padi. Hama keong mas yang kini mewabah dikalangan petani telah  menjadi masalah besar yang tidak bisa dianggap sebagai hal biasa. Hama tersebut khususnya menyerang tanaman padi yang masih muda. Keong biasanya meletakkan telur pada batang padi. Keong mas hidupnya sangat tergantung pada air dan umumnya berkembang pesat pada areal yang tergenang. Apabila lahan berada dalam kondisi tergenang, keong mas akan berkembang cepat dan bila lahan dalam keadaan kering, hama ini masih dapat hidup dengan beristirahat di dalam tanah. Keong mas mampu bertahan hidup dalam tanah sampai 6 bulan lamanya, dan jika mendapat pengairan ia akan berkembang biak kembali Karena serangan tersebut mengakibatkan pertumbuhan padi menjadi menurun atau bahkan menyebabkan tanaman menjadi menguning bahkan mati sehingga harus dilakukan penyulaman. Apabila penyerangan tersebut terjadi pada luasan lahan yang cukup luas akan menyebabkan kerugian yang besar pula. Namun seringkali para petani mengambil cara cepat untuk mengendalikan hama tersebut yaitu dengan menggunakan pestisida kimia.
Penggunaan pestisida kimia yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan binatang bukan hama juga ikut mati serta adanya residu yang ditinggalkan bagi lingkungan. Penelitian yang telah dilakukan menyatakan bahwa ekstrak batang pisang mengandung beberapa jenis senyawa fitokimia yaitu saponin, tanin dan flavonoid (Wijaya, 2010). Senyawa yang digunakan untuk menanggulangi hama keong mas yaitu saponin.Saponin mempunyai efek biologi terhadap hewan dan manusia . Efek toksisitas saponin lebih tinggi pada hewan berdarah dingin dari pada hewan berdarah panas .(BIRK dan PERT,1980). Menurut Harborne (1987)  ekstrak batang pisang Ambon mempunyai kandungan senyawa aktif antara lain : 1) Flavonoid dengan kadar 8,18 % yang mempunyai fungsi sebagai anti inflamasi melalui efek penghambatan pada jalur metabolisme asam arakhidona, pembentukan prostaglandin, pelepasan histamin pada radang ; 2) Saponin dapat mempercepat pembentukan jaringan ikat kolagen dengan cara merangsang TGF-ß untuk mensekresi kolagen yang baik untuk rekontruksi jaringan; 3) Tannin dengan kadar 4,88 % yang dapat berikatan dengan protein dan membentuk kompleks tannin-protein insoluble atau soluble mempunyai kemampuan berinteraksi dengan isi dan membran (protein, fosfolipid, dan kolesterol) dari sel  eritrosit sehingga dapat menghemolisis sel eritrosit.
 Pemanfaatan zat organik tumbuhtumbuhan telah banyak dimanfaatkan sebagai molluscasida.Tanaman yang banyak digunakan adalah tanaman yang mengandung saponin. Kelebihan molluscasida yang berasal dari tumbuhtumbuhan ini yaitu lebih ramah lingkungan sehingga tidak merusak ekosistem sawah yang merupakan lahan pertanian yang utama, bahkan pada sebagian zat yang tidak termanfaatkan untuk membunuh hama dapat berpotensi menjadi pupuk organik. Namun kekurangan dari molluscasida nabati ini efektifitasnya kurang maksimal karena daya bunuhnya kurang cepat bila dibandingkan dengan molluscasida kimia yang berasal dari pabrik.
Ekstrak tanaman batang pisang ambon yang mengandung senyawa saponin dapat digunakan sebagai molluscasida alami pada hama keong mas yang merupakan hama tanaman padi muda. Pada beberapa 8 hasil penelitian mengenai hal ini yang telah dipublikasikan dapat diketahui bahwa pada konsentrasi 0,7 ppm keong dapat mati pada waktu kurang dari 1 jam. Perbandingan antara molluscasida alami dengan molluscasida buatan dalam efektifitasnya sebagai berikut:
No.
Hal yang
Dibandingkan
Molluscasida buatan
Molluscasida ekstrak batang pisang ambon
1
Bahan
Bahan kimia yang nonbiogradable
Senyawa saponin dari ekstrak batang pisang ambon
2
Ketersediaan bahan baku
Bahan bahan kimia
jarang ditemukan di lingkungan masyarakat.
Tanaman tali mudah
ditemukan di daerah tropis.
3
Proses pembuatan
Membutuhkan alat
khusus dan dalam skala besar
alat sederhana dan biaya
yang tidak mahal
4
Bahan baku
Bahan kimia yang proses
Sintesisnya membutuhkan alat
khusus dan bahan kimia
khusus
Tanaman batang pisang ambon merupakan tanaman parasit yang banyak ditemukan di lingkungan, proses
pembuatannya sederhana.
5
Biaya produksi
Mahal
Lebih murah dan alami
6
Daya tahan ( waktu )
Lama, karena dalam
pembuatannya telah
banyak diperhitungkan
secara akurat. Bersifat
nonbiogradable
sehingga merusak
lingkungan
Pendek, karena merupakan
bahan alam yang mudah
diuraikan oleh alam
Tabel 1. Perbandingan antara molluscasida alami dengan molluscasida buatan dalam efektifitasnya (Siregar,1981).


BAB III PENUTUP
3.1  Kesimpulan                                                                                          
Keong mas adalah hama yang penyebarannya cukup luas dan banyak merusak tanaman padi. Hama tersebut sangat berbahaya karena serangan teradi pada saat tanaman padi masih muda sehingga pertumbuhan petani jadi terhambat bahkan menyebabkan tanaman padi mati. Hal  tersebut sangat merugikan petani. Namun seringkali para petani mengambil cara cepat untuk mengendalikan hama tersebut yaitu dengan menggunakan pestisida kimia. Penggunaan pestisida kimia yang tidak sesuai aturan dapat menyebabkan binatang bukan hama juga ikut mati serta adanya residu yang ditinggalkan bagi lingkungan. Maka dari itu penulis mempunyai gagasan berupa pembuatan molluscasida. Pada penelitian yang telah dilakukan sebelumnya, menunjukkan bahwa tanaman Tali Putri (Cassytha Foliformis) merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai molluscasida hama Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck). Senyawa ini mempunyai daya racun yang dapat mematikan beberapa jenis ikan dan hewan berdarah dingin (poikiloterm) karena menghemolisis sel darah merah. Senyawa pokok yang berperan dalam proses sistem tubuh hama yaitu senyawa saponin dan turunannya. Senyawa ini bila telah masuk dalam system tubuh keong dapat menghemolisis sel darah merah sehingga dalam beberapa waktu kurang dari 24 jam, keong mas tersebut mati.
Penulis menemukan tanaman lain yang memiliki kandungan senyawa saponin seperti tanaman tali putri yaitu batang pisang ambon (Musa Paradisiaca Var. Sapientum L.). Batang pisang ambon mengandung beberapa jenis senyawa fitokimia yaitu saponin, tanin dan flavonoid. Ekstrak tanaman batang pisang ambon yang mengandung senyawa saponin dapat digunakan sebagai molluscasida alami pada hama keong mas yang merupakan hama tanaman padi muda. Pada beberapa 8 hasil penelitian mengenai hal ini yang telah dipublikasikan dapat diketahui bahwa pada konsentrasi 0,7 ppm keong dapat mati pada waktu kurang dari 1 jam.



DAFTAR PUSTAKA

BIRK. Y. and PERT . I . 1980. SAPONIN didalam IE Linier Toxic Constituents of plant foodstuffs. Academic Press : 161 - 182
Budiyono S. 2006. Teknik mengendalikan keong mas pada tanaman padi. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian 2(2): 128-133.
Harahap, I.S. dan B. Tjahjono. 2003. Pengendalian Hama dan Penyakit Padi. Penebar Swadaya. Bogor
Harborne. 1987. Metode Fitokimia : Penuntun cara modern menganalisis tumbuhan. Edisi II. Terjemahan Kosasih Padmawinata dan Iwang Soediro. Penerbit ITB, Bandung.
Siregar, H. 1981. Budidaya Tanaman Padi di Indonesia. Sastra Hudaya, Jakarta.
Sugeng, H.,2001. Bercocok Tanam Padi. Aneka Ilmu. Semarang.
Suharto.2007. Pengenalan dan Pengendalian hama Tanaman Pangan. Yogyakarta : ANDI Yogyakarta.
Wijaya, Arief Riza. 2010. Getah Pisang sebagai Obat Alternatif Tradisional Penyembuh Luka Luar Menjadi Peluang sebagai Produk Industri. Jurnal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar