TUGAS
EKOLOGI PERTANIAN
“PENINGKATAN
PRODUKTIFITAS BUAH PISANG (Musa sp.)”
Disusun
Oleh :
NAMA :
NOVITA YUNIASARI
NIM :145040201111110
KELAS : X
PROGRAM
STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
BRAWIJAYA
MALANG
2014
PENINGKATAN
PRODUKTIFITAS
BUAH
PISANG (Musa
sp.)
A. Latar Belakang
Buah
merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak digemari oleh semua
kalangan masyarakat, dari anak-anak hingga dewasa. Sebagai sumber vitamin,
mineral dan serat, buah tidak diragukan lagi manfaatnya bagi kesehatan. Salah
satu contohnya adalah buah pisang yang memiliki nama latin Musa
sp.
Kandungan
gizi yang terdapat dalam setiap 100 g buah pisang terdiri atas 99 kalori,
protein 0,32 g, lemak 2,11 g, karbohidrat 18,50 g, serat 0,7 g, kalsium 7,5 mg,
fosfor 117 mg, besi 1,60 mg, vitamin A 44 IU, vitamin B 0,12 mg, vitamin
C 17,50 mg, dan air 68,20 g.
Pisang
merupakan salah satu produk buah unggulan nasional. Buah ini sangat
memasyarakat karena dapat dikonsumsi kapan saja dan di segala tingkatan usia
dari bayi hingga manula. Daerah penyebaran pisang cukup luas, umumnya pisang
ditanam di pekarangan maupun ladang dan sebagian sudah ada dalam bentuk
perkebunan. Selain diambil buahnya, tanaman pisang juga dapat
dimanfaatkan daun, bunga, batang dan bonggolnya.Pisang juga memiliki
keunggulan. Keunggulan tersebut antara lain: dapat diusahakan pada
berbagai agroekosistem yang tersebar di seluruh Indonesia, permintaan pasar
yang cukup tinggi, varietas yang beragam dan multi guna, dapat dikonsumi
sebagai buah segar maupun olahan
B. Permasalahan
Buah
pisang banyak dijumpai di pasar modern, supermarket maupun pasar tradisional.
Namun sering dijumpai buah pisang secara visual tidak menarik seperti kulit
yang kehitaman, terdapat bintik-bintik kecoklatan, tergores maupun bonyok. Hal
ini disebabkan buah pisang termasuk bahan pangan yang mudah rusak.
Akibat
masih berlangsungnya proses respirasi walaupun buah tersebut sudah
dipanen. Kondisi demikian mengakibatkan nilai jual pisang jatuh dan berimbas
pada rendahnya pendapatan petani serta produktifitas buah pisang menjadi
semakin menurun. Untuk itu diperlukan upaya untuk meningkatkan dan menjaga mutu
pisang agar keterjaminan mutu pisang tetap terjaga di pasar bebas.
C.
Pemeliharan
Tanaman Pisang
Hasil
panen buah pisang sangat tergantung oleh pemeliharaan tanaman pisang
tersebut.Semakin baik dalam pemeliharaan atau perawatan tanaman pisang semakin
baik pula hasil yang di dapat saat panen tiba.Oleh karena itu petani harus
lebih memperhatikan lagi cara-cara pemeliharaan tanaman pisang yang
baik,diantaranya :
1. Pemangkasan, pemangkasan daun kering bertujuan untuk
pencegahan penularan penyakit, mencegah daun-daun yang tua menutupi anakan dan
melindungi buah dari goresan daun agar
perkembangan buah menjadi maksimal.
2.
Penyiangan dan Penggemburan Tanah, tanah
disekitar pohon pisang harus dibersihkan dari rumput pengganggu/gulma,
sekaligus digemburkan dengan cangkul kecil.. Kebersihan kebun di bawah tanaman
pisang penting sekali, karena gulma dan sisa-sisa batang pisang yang ada dapat menjadi
sarang hama penggerek batang.
3.
Penjarangan Anakan, bertujuan untuk
mengurangi jumlah anakan, menjaga jarak tanam dan menjaga agar produksi tidak
menurun.
4.
Perawatan Tandan, membersihkan daun
sekitar tandan terutama daun yang sudah kering dan membuang buah pisang yang
tidak sempurnA.
D. Pemanenan
Tingkat ketuaan buah merupakan faktor penting pada
mutu buah pisang. Buah yang dipanen kurang tua, meskipun dapat matang, namun
kualitasnya kurang baik karena rasa dan aromanya kurang baik. Sebaliknya, bila
buah dipanen terlalu tua, rasa manis dan aroma buah kuat, tetapi memiliki daya
simpan yang pendek. Oleh karena itu tingkat ketuaan panen sangat erat kaitannya
dengan jangkauan pemasaran dan tujuan penggunaan buah.
Pemanenan pisang harus disesuaikan dengan keperluan.
Pemanenan yang terlalu cepat akan mempengaruhi mutunya. Mutu pisang akan rendah
meskipun daya simpannya lebih lama. Demikian sebaliknya, bila panen dilakukan
terlambat maka pisang segar tidak cocok lagi diekspor karena cepat membusuk.
E. Penanganan Pasca panen
Pembersihkan
dilakukan untuk membekukan getah dan sekaligus membersihkan debu dan kotoran
yang melekat pada permukaan buah serta pistil yang sudah
kering.Kemudian dilakukan Sortasi untuk
memisahkan buah yang baik dan buah yang tidak memenuhi syarat untuk
dipasarkan. Tujuannya agar mendapatkan keseragaman baik berat, ukuran, warna
maupun mutu buah tersebut.
Kemudian
Kegiatan pengkelasan untuk membedakan mutu atau kualitas pisang yang dihasilkan
dengan meiihat standar atau persyaratan pasar. Apakah buah tersebut layak di
jual di supermarket,pasar tradisional atau bahkan di ekspor.Pengemasan buah
pisang bertujuan untuk melindungi buah dari kerusakan mekanis dan
memudahkan penanganan selama pengangkutan untuk distribusi dan pemasaran.
Kerusakan fisik ini terjadi karena
secara fisik-morfologis, produk hortikultura segar mengandung air tinggi
(85-98%), sehingga benturan, gesekan dan tekanan sekecil apapun dapat
menyebabkan kerusakan yang dapat langsung dilihat secara kasat mata maupun terlihat
setelah beberapa hari. Kerusakan fisik ini menjadi awal masuknya mikroorganisme
pembusuk dan sering menyebabkan nilai susut yang tinggi bila cara pencegahan
dan penanggulangannya tidak direncanakan dan dilakukan dengan baik.
Beberapa hal yang dapat mempengaruhi
perkembangan penyakit pascapanen pisang diantaranya suhu, kelembaban dan
bahan kimia. Suhu rendah dapat menghambat pertumbuhan mikroba dan menunda
proses kematangan buah, sementara suhu tinggi akan menyebabkan mikroba terbunuh
tanpa merusak penampilan buah. Perlakuan pada suhu yang terlalu rendah
atau terlalu tinggi akan memperlambat kemasakan buah sehingga buah tidak dapat
matang secara optimal. terjadinya kerusakan sel pada daging buah dan membuat elain
itu akan menyebabkan kulit buah berwarna kehitaman sehingga penampilan
visual pisang menjadi kurang menarik.Oleh sebabt itu pengendalian OPT pasca
panen sangat diperlukan agar mutu buah pisan tetap terjamin dan produktifitas
buah pisang tetap stabil di pasaran.Sehingga para petani pun mendapatkan
keuntungan yang optimal.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar