TANAMAN
DAN FAKTOR LINGKUNGAN
“TRANSPIRASI”
Transpirasi ialah suatu proses
kehilangan air dari tumbuh-tumbuhan ke atmosfer dalam bentuk uap air stomata
dan kutikula ke udara bebas (evaporasi).
80% air yang ditranspirasikan
berjalan melewati lubang stomata, paling besar peranannya dalam transpirasi.
Air diserap dari akar rerambut tumbuhan dan air itu kemudian diangkut melalui xilem
ke semua bahagian tumbuhan khususnya daun. Bukan semua air digunakan dalam
proses fotosintesis. Air yang berlebihan akan disingkirkan melalui proses
transpirasi.Jika kadar kehilangan air melalui transpirasi melebihi kadar
pengambilan air tumbuhan tersebut, pertumbuhan pokok akan terhalang. Akibat
itu, mereka yang mengusahakan pernanaman secara besar – besaran mungkin mengalami
kerugian yang tinggi apabila mengabaikan faktor kadar transpirasi tanaman.
Semakin cepat laju transpirasi
berarti semakin cepat pengangkutan air dan zat hara terlarut, demikian pula
sebaliknya. Alat untuk mengukur besarnya laju transpirasi melalui daun disebut
fotometer atau transpirometer. Transpirasi dalam tanaman atau terlepasnya air
melalui kutikula hanya 5-10% dari jumlah air yang ditranspirasikan. Air
sebagian besar menguap melalui stomata, sekitar 80% air ditranspirasikan
berjalan melewati stomata, sehingga jumlah dan bentuk stomata sangat
mempengaruhi laju transpirasi. Selain itu transpirasi juga terjadi melalui luka
dan jaringan epidermis pada daun, batang, cabang, ranting, bunga, buah dan akar.
Tidak semua tumbuhan mengalami
proses transpirasi. Sedangkan pada tumbuhan yang mengalami proses ini,
transpirasi terkadang terjadi secara berlebihan sehingga mengakibatkan tumbuhan
kehilangan banyak air dan lama kelamaan layu sebelum akhirnya mati.
Macam-Macam Transpirasi
1.
Transpirasi Stomata
Adalah Sel-sel mesofil daun tidak tersusun rapat, tetapi
diantara sel-sel tersebut terdapat ruang-ruang udara yang dikelilingi oleh
dinding-dinding sel mesofil yang jenuh air. Air menguap dari dinding-dinding
basah ini ke ruang-ruang antar sel, dan uap air kemudian berdifusi melalui
stomata dari ruang-ruang antar sel ke atmosfer di luar. Sehingga dalam kondisi
normal evaporasi membuat ruang-ruang itu selalu jenuh uap air. Asalkan stomata
terbuka, difusi uap air ke atmosfer pasti terjadi kecuali bila atmosfer itu
sendiri sama-sama lembab.
2.
Transpirasi Lentikuler
Lentisel adalah daerah pada kulit kayu yang berisi sel-sel
yang tersusun lepas yang dikenal sebagai alat komplementer, uap air yang hilang
melalui jaringan ini sebesar 0.1 % dari total transpirasi
3.
Transpirasi Kutikula
Adalah evaporasi(penguapan) air yang tejadi secara langsung
melalui kutikula epidermis. Kutikula daun secara relatif tidak tembus air, dan
pada sebagian besar jenis tumbuhan transpirasi kutikula hanya sebesar 10 persen
atau kurang dari jumlah air yang hilang melalui daun-daun. Oleh karena itu,
sebagian besar air yang hilang terjadi melalui stomata.
Faktor –
Faktor yang Mempengaruhi Proses Transpirasi Tumbuhan
A.
Faktor Internal
1.
Penutupan stomata
Dengan terbukanya stomata lebih lebar, air yang hilang lebih
banyak tetapi peningkatan kehilangan air lebih sedikit untuk masing-masing
satuan penambahan pelebaran stomata. Banyak faktror yang mempengaruhi
pembukaan dan penutupan stomata, yang paling berpengaruh adalah tingkat cahaya
dan kelembapan. Pada sebagian besar tanaman, cahaya dan kelembapan dalam daun
yang rendah, sel-sel pengawal kehilangan tugornya mengakibatkan penutupan
stomata.
2.
Jumlah dan ukuran stomata
Kebanyakan daun dan tanaman yang produktif mempunyai banyak
stomata pada kedua sisi daunnya. Jumlah dan ukuran stomata yang dipengaruhi
oleh genotip dan lingkungan.
3.
Jumlah Daun
Semakin luas daerah permukaan daun, makin besar transpirasi.
4.
Penggulungan atau pelipatan daun
Banyak tanaman yang mempunyai mekanisme dalam daun yang
menguntungkan pengurangan transpirasi apabila ketersediaan air terbatas.
5.
Kedalaman dan Proliferasi Akar
Perakan yang lebih dalam meningkatkan ketersediaan air dan
proliferasi akar meningkatkan pengambilan air dari suatu satuan volume
tanah sebelum terjadi pelayuan tanaman.
B.
Faktor Eksternal
1.
Kelembaban
Pada kondisi cerah udara tidak banyak mengandung
air. Pada kondisi tersebut tekanan uap di dalam daun jauh lebih tinggi
dibandingkan tekanan uap di luar daun, sehingga molekul-molekul air berdifusi
dari konsentrasi yang tinggi (di dalam daun) ke konsentrasi rendah (di luar
daun) sehingga melancarkan transpirasi. Sebaliknya jika kondisi udara banyak
mengandung awan maka kebasahan antara bumi dengan awan itu sangat tinggi. Dengan
demikian maka
menghambat
difusi uap air dalam sel ke lingkungan (luar daun) dengan artian menghambat
transpirasi.
2.
Temperatur
Kenaikan temperatur menambah tekanan uap di dalam
dan di luar daun, namun tekanan di dalam daun jauh lebih tinggi dibandingkan di
luar. Akibat dari perbedaan tekanan ini maka uap air di dalam daun lebih mudah
berdifusi ke lingkungan.
3.
Sinar
matahari
Sinar matahari menyebabkan membukannya stomata dan
gelap menyebabkan menutupnya stomata, sehingga banyak sinar berarti mempercepat
laju transpirasi. Kenaikan temperatur sampai pada batas tertentu
menyebabkan melebarnya stomata dengan demikian memperbesar laju transpirasi
[8]. Cahaya mempengaruhi laju transpirasi melalui dua cara, pertama cahaya akan
mempengaruhi suhu daun sehingga dapat mempengaruhi aktifitas transpirasi dan
yang kedua dapat mempengaruhi transpirasi melalui pengaruhnya terhadap buka
tutupnya stomata.
4.
Kecepatan Angin
Angin akan memindahkan uap air dari permukaan daun sehingga
menurunkan kelembaban,mempercepat penguapan. Bila angin kencang dan terus
menerus,transpirasi berkurang akibatnya somata tertutup.
5.
Ketersediaan Air Tanah
Jika ketersediaan air tanah menurun sebagai akibat
penyerapan oleh akar, gerakan air melalui tanah ke dalam akar menjadi lambat.
Hal ini cenderung untuk meningkatkan defisit air di dalam daun dan menurunkan
laju transpirasi lebih lanjut.
Hal-hal ini semua mempengaruhi
kegiatan transpirasi
1.
Bentuk serta distribusi stomata
Lubang
stomata yang tidak bundar melainkan oval itu ada sangkut paut dengan intensitas
pengeluaran air. Juga yang letaknya satu sama lain di perantaian oleh suatu
juga jarak yang tertentu itu pun mempengaruhi intensitas penguapan. Jika
lubang-lubang itu terlalu berdekatan maka penguapan dari lubang yang satu malah
menghambat penguapan.
2.
Membuka dan menutupnya stomata
mekanisme
mebuka dan menutupnya stomata berdasarkan suatu perubahan turgor itu adalah
akibat dari perubahan nilai osmosis dari isi sel-sel penutup.
3.
Banyaknya stomata
pada
tanaman darat umumnya stomata itu kedapatan pada permukaan daun bagian bawah.
Pada beberapa tanaman permukaan atas dari daun pun mempunyai stomata juga.
Temperatur berpengaruh pada membuka dan menutupnya stomata. Pada banyak tanaman
stoma tidak berserdia membuka jika temperatur ada disekitar 0 derajat celcius
Tidak ada komentar:
Posting Komentar