Interaksi Agroekosistem di Waduk Selorejo
Kecamatan Ngantang
Kabupten Malang, Jawa Timur
Waduk Selorejo merupakan salah satu badan air yang
terjadi akibat pembendungan Sungai Konto, Sungai Kwayangan dan Sungai Pinjal.
Waduk tersebut berada. Waduk Selorejo dikelola oleh Perum Jasa Tirta I terletak
di Desa Selorejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang dengan luas genangan air
mencapai 400 ha. Fungsi awal dari waduk ini adalah sebagai sumber irigasi dan
pembangkit tenaga listrik. Perkembangan selanjutnya waduk ini dijadikan sebagai
taman wisata air.
Suasana Kecamatan Ngantang yang
identik dengan jalan berkelok dan naik turun, hutan, sawah dan sungai serta
hawa yang sejuk menyimpan banyak potensi didalamnya. Letak Kecamatan Ngantang
yang berada diantara bukit Selokurung, Gunung Arjuno dan Gunung Kelud
membuatnya menyimpan banyak potensi alam. Ngantang lebih dikenal masyarakat luas
dengan orang Waduk Selorejo atau orang kampung durian. Karena seperlima wilayah
Kecamatan Ngantang adalah Waduk Selorejo dan sepersepuluh tanahnya ditanami
buah durian. Selain itu hamparan sawah juga masih terlihat sangat luas di
Kecamatan Ngantang sehubungan dengan profesi masyarakatnya yang mayoritas
adalah petani, peternak dan nelayan.
| Eceng gondok yang menutupi hampir sebagian waduk |
Namun
keindahan Waduk Selorejo kini sudah dalam keadaan memprihatinkan. Banyak enceng
gondok (Eichornia crassipes) yang tumbuh menutupi hampir separuh luasan waduk. Eceng gondok merupakan gulma air yang
dapat menghambat produktivitas perairan tawar. Populasi ikan dapat berkurang
disebabkan oleh proses eutrofikasi. Penetrasi sinar matahari berkurang karena
terhalang oleh eceng gondok sehingga fitoplankton tidak dapat melakukan
fotosintesis. Hal ini mengakibatkan produksi O2 dalam air menurun dan ikan-ikan akan mati. Tanaman hama
enceng gondok ini tidak saja mengganggu aktivitas warga dan petani di sekitar
waduk namun juga membahayakan
keselamatan perahu untuk wisata air serta dalam kerimbunan enceng gondok
menjadi sarang tikus dan nyamuk.
Pertumbuhan enceng gondok
dipengaruhi oleh penggunaan pupuk kimia dari sawah petani serta kotoran sapi
perah yang mengalir ke Kali Konto. Pupuk yang diberikan pada tanaman dapat
terbawa oleh air hujan dan masuk ke perairan sehingga kesuburan di perairan
dapat meningkat. Akibatnya tumbuhan air seperti enceng gondok mengalami pertumbuhan
yang begitu pesat sehingga memungkinkan untuk tidak terkendali. Selain itu,
tumbuhan enceng gondok yang mati mengakibatkan pendangkalan. Pada proses
penguraian tumbuhan enceng gondok yang mati dibutuhkan oksigen yang banyak.
Akibatnya, kandungan oksigen di perairan semakin sedikit sehingga banyak
makhluk hidup di perairan kekurangan oksigen dan akhirnya ikut mati.
| terjadi pendangkalan waduk |
Selain
pertumbuhan enceng gondok, kondisi waduk juga mengalami sedimentasi.
Sedimentasi tersebut diakibatkan oleh kegiatan pertanian di hulu. Pembukaan
lahan di sekitar waduk sebagai alih fungsi lahan untuk kegiatan pertanian dan
perumahan mengakibatkan mudahnya terjadi erosi.
Kegiatan pertanian yang intensif
hingga melakukan pembukaan lahan hutan, dapat mengakibatkan berbagai dampak di
waduk selorejo. Erosi yang terjadi mengakibatkan sedimentasi hingga mengurangi
luasan dan kedalaman waduk. Serta penggunaan pupuk kimia anorganik untuk
pertanian yang berlebih dapat mengakibatkan pencemaran air akibat pencucian
pupuk kimia anorganik. Pupuk anorganik yang tercuci tersebut akan terbawa ke
waduk sehingga mengakibatkan pertumbuhan gulma enceng gondok yang dapat
menutupi luasan permukaan waduk.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar