Sistem
pertanian secara terpadu yaitu suatu konsep pertanian secara meluas yaitu tidak
hanya terbatas pada pertanian dalam segi budidaya tanaman, namun juga mencakup
peternakan dan perikanan. Salah satu keuntungan yang diperoleh
dalam penerapan sistem pertanian terpadu
adalah terjadinya peningkatan keluaran hasil yang lebih bervariasi yaitu berupa
pangan, pakan, serat, protein, pupuk hijau dan atau pupuk kandang. Pertanian terpadu dapat
pula mengurangi resiko gagal panen karena ketergantungan terhadap satu komoditi
saja.
| proses pembuatan biogas |
| proses pengolahan air sungai |
Sistem pertanian terpadu dapat diterapkan di perkotaan yang padat penduduk
dengan luas lahan pertanian yang sempit. Di perkotaan besar biasa memiliki
kondisi sungai yang tidak layak misalkan air sungai yang keruh. Sehingga air
sungai tersebut tidak bisa dimanfaatkan karena banyak mengadung bakteri dan
mikroba. Salah satu contoh penerapan sistem pertanian terpadu di perkotaan
yaitu dengan cara memanfatkan air sungai, tanaman budidaya misalkan jagung, peternakan
sapi dan budidaya lele.
Kondisi air sungai yang keruh dapat dilakukan penyulingan air sehingga
menghasilkan air sungai yang bersih. Saat proses penyulingan akan didapatkan
dua hasil pengolahan yaitu air olahan dan air bersih. Air olahan bisa digunkan
untuk menyirami tanaman jagung (air irigasi), sedangkan air bersih dapat
digunakan sebagai air minum rumah tangga. Saat tanaman jagung sudah panen, maka
sisa hasil panen seperti batang dan daun bisa digunakan untuk pakan ternak
sapi. Kotoran sapi yang dihasilkan dapatdimanfaatkan sebagai pupuk kandang
setelah dilakukan pengolahan yang tepat, sehingga dapat mengurangi penggunaan
pupuk anorganik. Selain itu, kotoran sapi yang telah diolah dapat menjadi media
tumbuh cacing dan dimanfaatkan sebagai pakan organik bagi budidaya lele.
Kotoran sapi tidak hanya bisa untuk pupuk kandang dan pakan lele, namun juga dapat dimanfaatkan
sebagai biogas untuk kompor gas rumah tangga sehingga menghemat penggunaan gas
elpiji yang semakin mahal.
Semua kegiatan sistem pertanian terpadu tersebut selain mudah diaplikasikan
tetapi juga hemat biaya. Keseimbangan sistem tersebut akan menghasilkan produktivitas
yang tinggi dan berkelanjutan, sehingga akan meningkatkan produksi pertanian
yang terjaga secaraefektif dan efisien dalam membangun perekonomian di perkotaan.