I.
JUDUL
USAHA : USAHA PERTANIAN PADI ORGANIK
II.
LATAR BELAKANG :
Dengan
ketersediaan lahan pertanian yang cukup luas di lahan desa,maka saya akan merencanakan suatu usaha dalam bidang pertanian.saya akan
memanfaatkan lahan yang kosong untuk dijadikan lahan produksi.
Salah satunya adalah budidaya tanaman padi dengan metode pertanian organik.Apalagi jika metode pertanian yang dilakukan dengan sitem organik
pemanfaatkan unsur – unsur hara yang tersedia dari alam, ini akan berdambak
baik untuk ekologis alam itu sendiri. Model pertanian yang seperti ini memang
sedang banyak dikembangkan dalam pertanian-pertanian di negara kita saat ini.
Oleh sebab itu saya berpikir kenapa tidak kalau misalkan sistem pertanian
organik ini kita kembangkan di desa saya. Tujuanya adalah supaya tidak ketergantungan dengan
model pertanian yang menggunakan pupuk atau obat-obatan kimia. Kita tahu jika
pertanian seperti ini terus-menerus dilakukan maka efek dan bahayanya akan
sangat terasa. Baik efek pada alam, pada kesehatan petani itu sendiri dan para
konsumen hasil produksi pertanian.Banyak yang
beralasan tanaman padi anorganik lebih mudah dan lebih murah dibanding tanaman
organik.Mereka beranggapan tanaman organik “lebih
ribet” pengolahannya.Akan tetapi mereka tidak menyadari akan bahaya dan
efek jangka panjang akibat peggunaan bahan anorganik secara
berkesinambungan..Dengan bahan organik diharapkan dapat digunakan sebagai
penyeimbang dan meminimalisir efek terburuk yang dapat terjadi dikemudian hari.
III.
TUJUAN dan MANFAAT USAHA.
a)
Usaha Pertanian Organik
Usaha ini
bertujuan agar masyarakat lebih mengenal lagi tentang tanaman organik.Sehingga
dapat mengurangi kecenderungan penggunaan bahan anorganik dalam pengolahan
pertanian.Manfaat yang didapat diantaranya :
1.
Para petani lebih mengenal pertanian
organik.
2.
Meminimalisir efek jangka panjang akibat
pengguanan bahan anorganik bagi tubuh.
3.
Mencegah dampak buruk pencemaran
lingkungan.
4.
Menjaga kesuburan tanah agar tidak
semakin menurun.
5.
Hasil panen lebih aman dan sehat
IV.
GAMBARAN USAHA :
Dalam melakukan usaha,kita sangat
perlu mendeskripsikan usaha yang akan kita geluti.Agar kita tidak lupa
dengan konsep yang sudah kita buat,dan supaya konsep usaha tersebut dapat
dibandingkan dengan konsep usaha lain, sehingga mudah untuk dilakukan
pemeriksaan dan kontrol terhadap deskripsi tersebut. Pada umumnya deskripsi
menegaskan sesuatu, seperti apa sesuatu itu kelihatannya, bagaimana bunyinya,
bagaimana rasanya, dan sebagainya.Dalam usaha rencana tindak lanjut ini, saya
akan membuat beberapa konsep usaha yang akan dilakukan :
1.
Saya akan membuat usaha dibidang pertanian (Budidaya tanaman
organik)
2.
Pembuatan lahan ( Persiapan lahan,
pembersiahangulma,pembuatan bedengan dan pemupukan)
3.
Pembibitan ( Pemilihan bibit, penyemaian dan perawatan
bibit )
4.
Perawatan tanaman ( Penyiangan
gulma,pemupukan,pengairan dan penanganan hama tanaman )
5.
Panen dan paska panen ( Penyortiran dan pengemasan)
6.
Pemasaran
V.
PROSES USAHA :
Alat
dan Bahan :
· Lahan
· pembajak
sawah
· Tenga kerja
· Benih
unggul
· Pupuk
· Pertisida
·Obat-obatperangsang
tumbuhan lainnya
Cara
produksi :
a. Langkah-Langkah Teknis Budidaya Yang Akan
Dilakukan
b.
Persiapan Lahan Tanam, Hal
ini perlu dilakukan karena
sangat penting dan bertujuan untuk menambah daya kemampuan tanah dalam
menampung unsur hara dalam jumlah yang cukup dan seimbang, serta memberikan
hasil yang maksimal. : 1. Membersihkan lahan
2. Menggemburkan tanah
3. Pembuatan Bedengan
4. Pemberian Pupuk Dasar
5. Persiapan Benih
c.
Persiapan Lahan Untuk Penyemaian Benih, Dalam persiapan lahan untuk persemain ini sangant
mudah kita hanya mencampur kan tanah dengan pupuk kompos organik dan ditambah
pupuk batre(kotoran ayam yang sudah keing).Lalu masukan campuran tanah dan pupuk kandang kedalam
plastik polibek satu persatu
d.
Penyemaian
Benih
e.
Cara Tanam
f.
Perawatan Tanaman
g.
Penanggulangan
Hama Tanaman (PHT)
Dalam hal ini Penanggulangan hama
tanaman dapat kita lakukan jika terjadi penyerangan hama terhadap tanaman padi.Untuk
penanggulangan hama dan tanaman dengan cara organik itu ada beberapa hal yang
harus kita ketahui.
1. Kita harus
menggunakan pestisida racun yang alami dan tidak berefek samping bagi manusia dan tanaman itu sendiri.
2. Harus sering
mencoba atau eksperimen
dengan bahan yang tersedia dialam.
3. Racun atau pestisida organik ini sangat ramah lingkungan dan ekonomis.
4. Bahan - bahanya
mudah dicari sebab ini sudah tersedia dialam .
h. Panen
i.
Rencana Pemasaran, Rencana pemasaran yang
saya lakukan dari hasil produksi pertanian nanti,akan dipasarkan
kepasar-pasar tradisional, setelah produksi meningkat kita akan coba ke pasar
sewalayan atau supermarket yang menjual hasil produksi pangan berbahan organik.
VI.
SKEMA PROFIT :
a).
Biaya Produksi :
1.
Pembelian benih padi organik Rp 10.000,00/kg.Untuk
500 m2 lahan dapat digunakan ± 10 kg benih.(Rp 10.000 x 10 = Rp 100.000,00)
2.
Bahan bakar traktor untuk membajak lahan
Rp 6.000,00/liter. Untuk 500 m2 lahan dapat digunakan ± 10 lt solar.(Rp 6.000 x
10 = Rp 60.000,00)
3.
Pupuk yang digunakan bisa menggunakan
pupuk kompos organik dan ditambah pupuk batre(kotoran ayam atau sapi yang sudah
kering) sehingga tidak perlu biaya lebih.Dikarenakan di lingkungan desa saya
banyak yang ternak ayam dan sapi.
4.
Untuk pestisida yang digunakna juga
pestisida alami yang banyak tersedia di alam sehingga tidak mengeluarkan biaya
lebih.
ü Untuk
hama wereng bisa menggunakan pestisida alami yang terbuat dari tanaman
tembakau,daun mindi,daun sedap malam,daun tuba/jenu,labu siam.
ü Untuk
hama tikus bisa menggunakan pestisida alami yang terbuat dari menggunakan
tanaman
cabai
(Capsicum annum), buah jengkol (Phitecellobium lobatum) dan buah papaya tua
(Carica papaya). Buah papaya tua langsung diberikan pada tikus hasilnya mati,
sedangkan jengkol dan cabai menggunakan air hasil rendaman dari kedua jenis
tanaman ini yang kemudian disemprotkan sehingga hama tikus menjadi berkurang
nafsu makannya.
5.
Tenaga kerja saat tanam padi ± Rp 250.000
sedangkan tenaga kerja saat panen padi ± Rp 350.000 per 1 ton hasil panen.Biaya
tenaga kerja saat panen padi sejumlaah 1 ton – 9 kwintal = 1 kwintal.
b) Penjualan :
untuk biaya
penjualan hasil panen Rp 350.000 per 1 kwintal padi.berarti untuk keseluruhan hasil panen (hasil bersih panen
sejumlah 1 ton – 1 kwintal = 9 kwintal) padi = Rp 350.000 x 9 = Rp 3.150.000
c) Keuntungan :
penjualan
– biaya produksi = keuntungan
Rp 3.150.000 – (Rp
100.000,00 + Rp 60.000,00) = Rp 2.990.000